Seperti Apa Luas Ruang Kerja yang Efektif Dan Ideal? Dapatkan Jawabannya Disini

Luas Ruangan Kerja

Relasi antara desain ruang kerja yang cukup luas memberikan pengaruh pada produktivitas serta kinerja pegawai dalam kantor. Secara otomatis ruang yang pengap atau kecil membuat karyawan tidak nyaman, sementara ruang yang terlalu luaspun berdampak pada kelancaran komunikasi antar pegawai dan fokus kala bekerja. Oleh karena itu, memiliki luas kantor yang ideal menjadi perhatian khusus bagi pimpinan perusahaan kala mendiskusikannya dengan pihak pembangun atau kontraktor.

Ciri Luas Ruangan Kerja yang Sehat dan Ideal

Tata ruang kerja di perkantoran menunjukkan bahwa interior dengan konsep terbuka maupun bilik memiliki dampak variatif pada pekerja. Desain ruang kerja memiliki psikologi tersendiri dalam menciptakan lingkungan kerja responsif yang sehat. Berikut adalah beberapa ciri luas ruang kerja yang memadai untuk pekerja yang menempatinya.

1. Memuat Alat Kerja

Tiap pekerjaan memiliki perangkat yang beragam. Pekerja kantoran diera digital cenderung hanya memerlukan laptop atau Layar monitor LCD, CPU dan printer untuk dapat beroperasi. Namun profesi seperti arsitek, designer, dokter gigi memerlukan meja dan perangkat khusus untuk menunjang kinerjanya. Ruang kerja dengan luas ideal adalah yang memiliki cukup ruangan untuk perangkat kerja serta ruang gerak individunya.

2. Proporsional Dengan Jumlah Pekerja

Harus ada hitungan matematis yang akurat untuk memberikan ruang gerak yang cukup bagi tiap pengawai didalam ruangan. Idealnya setiap orang mendapatkan luas ruang kerja sekitar 4 m2 bagi tiap orang. Untuk ruang kerja yang digunakan bersama misalkan perdivisi atau departmen dimana ada sekitar 4 sampai 5 orang didalamnya perlu dihitung luas ruang ideal berdasarkan kalkukasi tersebut. Jadi, ruang kerja yang ideal bagi 5 orang adalah 5 x 4 m2 untuk jumlah keseluruhan.

3. Sesuai Jenis Kantor

Besar dan kecilnya ruang kerja sangat dipengaruhi dengan tipe jenis kantor yang diterapkan oleh perusahaan. Kantor dengan konsep terbuka otomatis memberikan kesan lebih luas sementara bentuk kubikal memberikan tanbahan privasi yang dalam waktu bersamaan mempersempit ruangan dengan partisinya. Kantor berkonsep minimalis pun secara tidak langsung memberikan tampilan lenih luas didukung dengan minim perabotan.

4. Ukuran Perangkat Kerja

Kenali berbagai perabotan dan material perkantoran yang sesuai dengan luas ruangan. Pengetahuan berbagai tempat yang jual partisi gypsum murah, kabinet hemat tempat, serta meja kursi nyaman perlu diperhatikan dalam menghitung luas kantor yang sehat. Keberadaan berbagai mesin, perabotan dan kabinet penyimpanan mengurangi luas ruang kerja dari ukuran yang sesungguhnya.

Baca juga: Ternyata Model Pintu Kaca Geser Ini Bisa Membuat Rumah Anda Terlihat Makin Luas

5. Bentuk Platform 

Perhitungan ruang yang benar adalah mengetahui bukan hanya panjang dan lebar namun juga tinggi. Ruang kerja dengan platfon tinggi memberikan kesan lebih luas sementara platfon rendah memerlukan panjang dan lebar yang lebih luas. Kontraktor dan toko platfon Jakarta dapat memberikan rekomendasi bentuk platfon yang sesuai untuk layout ruang kerja yang ada. Jadi, selain ukuran luas sesuangguhnya, berbagai tambahan perabotan dan struktur kantor berkontribusi dalam memberikan ukuran luas yang sesunguhnya.

Terdapat berbagai point yang berkontribusi untuk menciptakan ruang kerja yang lega dan sehat. Oleh karena itu, pertimbangkan berbagai element yang telah disebutkan diatas dalam merancang ruang kerja baik untuk satu orang maupun ruang kantor yang digunakan bersama oleh beberapa pegawai. Tiap profesi juga memiliki perangkat dan perangkat khusus yang menambah jumlah perabotan yang digunakan dalam ruangan. Idealnya, ruang kerja dengan sirkulasi udara lancar, pencahayaan memadai serta ruang gerak yang proporsional berkontribusi untuk membangun luas ruang kerja yang sehat dan produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *